Langsung ke konten utama

Postingan

Melihat Pertunjukan Teater “Presiden Kita Tercinta” (1)

 Melihat Pertunjukan Teater “Presiden Kita Tercinta” (1) Presiden Hilang, Jasadnya belum Ditemukan             Jika Presiden Kita Tercinta hilang. Kepanikan akan melanda negeri. Perebutan kekuasaan terjadi. Siapa yang bakal menggantikannya? Ilham Wasi Danau Unhas             Penulis tiba pukul 19.45 Wita di Pelataran IPTEKS. Tampak para penonton sudah mengisi buku daftar tamu di meja registrasi dan penulis pun mengisinya diurutan tujuh puluh. Dua orang perempuan yang berjaga menunjukkan jalur masuk.             Di dekat meja itu, berdiri banner disorot lighting berwarna merah dan hijau, terbaca Produksi Karya Karakter 2014, Teater Kampus Unhas mempersembahkan “Presiden Kita Tercinta” karya Agus Noer, Sutradara Ismail Yakub Makkutana.             Jal...

Dari Mengikuti Workshop Qbaca,

Ketika Buku Digital Jadi Alternatif Di sekitar kita, masih banyak narasi-narasi yang belum diceritakan. Maka, tulis dan bukukan sebab Qbaca bisa mengakomodirnya. Ilham Wasi Jl A P Pettarani Rabu, 8 Mei. Pukul 10.00 Wita, di Baruga Witel Telkom Lt 2. Kursi belum terisi penuh, baru sebaris kursi paling depan terisi. Kursi bagian belakang dibiarkan kosong tak berpenghuni. Sayang, ruangan yang bisa menampung sekitar 60 orang ini, hanya duduk sekitar 15 orang saja. Padahal sedang berlangsung, Workshop Menggagas 1001 Cerita Nusantara, Mengorbit Bersama Qbaca.  Jejak kebudayaan, belum tercatat dan didokumentasikan dengan baik. Masih dibiarkan berceceran, dan tak tersusun rapi, sehingga generasi berikutnya akan buta pada konten yang mengikat dirinya. Cerita-cerita rakyat, terutama sastra lisan semakin berkurang. Para penuturnya mulai berkurang, generasi remaja kita mulai meninggalkannya. Menjadikan kegelisahan tersendiri di nusantara ini. Bambang Trim mengatakan, Indonesia dengan...

Mak Cida: Maestro Tari Tradisi, Pakkarena Mengakar di Tubuhnya

MAK CIDA (depan) dok Shaifuddin Bahrun Mak Cida bersama sanggar IKARE-dok-Shaifuddin Bahrun Mak Cida. Tari "Pakkarena" baginya sudah menyatu ke dalam tubuhnya. Jadi kewajiban untuk terus menjaga. Mengajarkan ke anak-cucu,sampai generasi berikutnya agar mengakar dan tetap tumbuh tak dimakan usia.     Tak salah jika Malino dikatakan kota bunga. Berbagai jenis bunga, tumbuh dan mekar di sini. Di balik kota itu, tak lengkap rasanya jika tak memilih jalur menuju Air Terjun Takapala. Sebab, sebelum sampai di Air Terjun, kita akan melewati kelurahan Bulutana.     Mampir, atau Tinggallah sejenak. Merasakan kabut dan hawa dingin. Bertanya kepada penduduk sekitar. Di mana tempat Sanggar IKARE (Ikatan Pakkarena Gowa Turaya)?. Anda tidak bakal tersesat.Penduduk akan menunjukkan sebuah rumah. Rumah itu, tinggal salah satu Maestro Tari Tradisi yang tahun 2012 lalu dilekatkan padanya.Penghargaan itu diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muh Nu...

*) Suka Duka Petugas Pemadam Kebakaran Kota Makassar

Terjaga di Setiap Detik, Kadang ada yang Iseng . Mereka membawa misi p enyel a ma t an , pemada man, dan memi ma lisir jatuhnya korban, jangan sampai ada korban jiwa . ILHAM WASI Jln Dr Sam Ratulangi Jika panggilan darurat berbunyi. Sirene akan berbunyi. Pasukan berbaju biru ini segera mengatur strategi, dan mobil pemadam meluncur dengan segera. Mengikuti kepulan asap, bertugas memadamkan api, dan membawa misi kemanusian. Ibarat turun di medan peran, setiap detik mereka bersiaga. Peralatan pun sudah siap digunakan setiap saat. Seperti itulah, kebiasaan dinas pemadam kebakaran. Empat posko pemadam kebakaran disiagkan di Makassar. Di antaranya, Posko Induk, Posko Timur, Posko Kima, dan Posko Utara. Posko tersebutlah yang menguasai kota Makassar. FAJAR menyambanginya, di posko Induk Jalan Dr Sam Ratulangi, Rabu 2 Juli. Di pintu jaga, Mulyadi dan Muh Idris sedang piket hari ini. Begitupun dengan mobil damkar, terparkir untuk disiagakan. Menemui para petugas kebakaran ...

Cenil Biji Salak dan Kolak Jadi Pilihan

Para pedagang musiman, memetik rejeki di bulan puasa. Mereka akan menjajakan menu khusus ramadan. Tinggal memilih menu sesuai selera? ILHAM WASI JL Andi Mappayunki Usai salat duhur, hingga magrib. Jalan Andi Mappayunki selalu ramai dikunjungi. Para pedagang musiman, menjajakan aneka menu berbuka. Mereka menempati stan-stan, dan menata jajanannya di siang hari. Aktivitas jual beli kue-kue dan menu berbuka lainnya bisa ditemui selama bulan ramadan di jalan tersebut. Ian baru saja memilih menu buka puasa. Di tangan kanan lelaki berumur 32 tahun ini, menenteng kresek. Ian memilih k olak pisang dan kolak ubi . Begitupun Joko, lelaki berkumis tipis ini mengaku, baru tiba dari Semarang. Ia di ajak rekannya Felix untuk mencicipi kue jajanan khas Makassar. “Kue-kue untuk buka bersama, pisang Ijo, donat, kue-kuelah,” tutur Felix yang menenteng dua buah kresek berwarna putih. “Beli ki, cari kue apa ki?,” tawar seorang pedagang padaku. “Es buah. Ada juga kue yang lain. Kalau mau k...

Ketika Nasihat “Pappaseng” di Kaligrafi

*) Dari Pameran Tunggal Lukisan Kaligrafi Abd Aziz Ahmad Ketika Nasihat “Pappaseng” di Kaligrafi Momen bulan suci ram a dan juga di manfaatkan untuk menyiarkan ajaran Islam. Menyampaikan nasihat ketaqwaan , bisa dikemas ke dalam seni rupa K aligrafi , dengan menambah unsur tradisi “Pappaseng,”. Ilham Wasi Anjungan Toraja-Mandar Lengkaplah kota Makassar. Kota yang ditumbuhi oleh pemikir-pemikir Intelektual. Abd Aziz Ahmad, salah satu perupa Makassar, yang memikirkannya. Pemikiran itu dituangkan dalam bentuk kaligrafi yang di pamerkan secara tunggal, di Ruang Seni Rupa Anjungan Mandar-Toraja, 26 Juni-10 Juli mendatang. Sebanyak 101 karya lukisan kaligrafi menempel di dinding ruang seni rupa. Karya ide dan sentuhan tangan kreatif Aziz, yang dibuatnya sejak tahun 2008 hingga 2014 di pamerkan secara tunggal . “Kebanyakan saya memulai melukisnya, waktu tenang sesudah salat subuh atau memanfaatkan waktu luang atau liburnya,” ungkap pemilik karya Aziz pada FAJAR, 26 ...

Bakar Semangat Kebersamaan di Pesta Panen Raya (1)

Kebersamaan, dan semangat gotong royong diperlihatkan oleh warga polongbangkeng. Rasa persaudaraan itu di perlihatkan saat   mempersiapkan pesta Panen Raya atas kesyukuran pada Tuhan bisa memanen hasil pertanian mereka 30 Maret 2014. Rakyat Polongbangkeng Utara umumnya   adalah para petani, menggarap sawah yang untuk ditanami padi, buah-buahan, dan sayur-sayuran sebagai mata pencaraian pokok. Mari melihat seperti apa persiapan hajatan panen raya mereka? Barugaya merupakan salah satu dari sembilan desa yang bergabung dalam Serikat Tani Polongbangkeng (STP). Di antaranya Desa Komara, Timbuseng, Lassang Barat, Toata, Kampung Beru, Massamaturu, Balangtananyya, Balla Parang. Untuk mengunjungi desa tersebut, dari Makassar kita akan menuju arah Takalar. Dekat perbatasan Gowa-Takalar, cukup berbelok kiri, memasuki Gerbang Pabrik Gula PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Takalar. Cukup 30 menit saja waktu tempuh untuk sampai ke sana.       ...