Langsung ke konten utama

Postingan

Guru Sukarela yang Mengabdi tanpa Gaji

Tugas guru cukup mulia. Patutnya kita menghargainya jasanya.  ILHAM WASI Kabupaten Mamuju SEMANGAT BELAJAR.  Siswa di   SD   Kasso   kelas jauh   SD   Rantedango Desa Sondoang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, Selasa, 14 Maret.  Kelas jauh  SD  Rantedango Desa Sondoang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju masih ada. Bukan hanya di Dusun Batambarana, tapi salah satunya yakni SDK  Kasso  di Dusun  Kasso  Desa Sondoang. Keduanya berjauhan. Kelas-kelasnya tempat belajarnya dari gubuk. Nah, ke Dusun  Kasso  warga akan menunjukan jalan ke seberang jalan melewati jembatan gantung. Di situlah dusun  Kasso .  Saat bertanya letak sekolah, salah satu warga Rido menunjuk. "Di atas," ujarnya kemudian menunjukan arah.  SDK  Kasso  berada di antara kebun kakao dan jagung.  Jalannya cukup mendaki. Waktu itu sudah pukul 10.00 wita, sebagian siswa sudah pulang. Ak...

Tajriani Thalib, Warisi Petikan Kecapi Mandar dari Sang Maestro

Tak semua bisa memainkan kecapi Mandar. Namun bagi  Tajriani  Thalib memainkan kecapi Mandar adalah tantangan.  Kecapi Mandar salah satu musik tradisional di Tanah Mandar. Kecapi hampir terancam punah bila tak dilestarikan segera, sebab pemain untuk kaum perempuan sudah berusia lanjut.  Ukuran kecapi Mandar lebih besar kecapi bugis. Petikan dan nadanya pun beda. "Beda dari ukuran. Itu jelas sekali. Nadanya juga. Kalau kecapi bugis solmisasinya jelas. Do tendah sampai Do tinggi ada. Kalau kecapi mandar tidak," ungkap  Tajriani . Itulah yang menggerakkan  Tajriani  Thalib, gadis Mandar yang kini menempuh pendidikan di Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) terus belajar kecapi. Terakhir,  Tajriani  mementaskannya pada 29 Januari 2017, saat debat terakhir Pemilihan Gubernur Sulbar 2017 di Mamuju. Mahasiswa UNM angkatan 2012 ini mengaku mulai tertarik pada kecapi Mandar pada tahun 2011. Di pen...

kurang teliti!

teman saya, menulis semalam suntuk. Tiba-tiba saja teman saya kaget bukan mainnya. Karyanya, hasil tulisannya, tidak memuat namanya. Tim juri cukup terkenal di dunia kepenulisan, pada sayembara itu, memenangkan nama orang lain. Nama teman saya tiba saja dikubur. Justru karyanya menang. Awalnya, tak ingin gugat. Akan tetapi, ini soal karya dan intelektualitas. Dia membuat petisi kecil di statusnya, baik facebook, maupun bbm. Mulai hangat dibincangkan, kasus itu muncul bak ombak. Intelektualitasnya tidak diakui. Renungan dicuri. Mengetahui peristiwa itu, juri baru sadar, terjadi kesalahan. Banyak minta klarifikasi. Juri yang pesohor itu, tak bisa berbuat banyak. Nama pemenang sudah terpublik, kredibilitasnya sebagai pesohor banyak yang ragukan. Sang juri tak peduli, dia paham betul kondisi itu, dengan berlapang dada. Dia memohon maaf secara terbuka, usai peristiwa itu, ramai dibicarakan. Lalu, teman saya ingin dinobatkan sebagai pemenang. Tapi, teman saya menolak. Mengapa?. Karya tak...

nurani

seorang tiba-tiba gedor suasana yang sunyi. Gaduh. Panik malah. blak-blak-ini ancaman. "jangan panik ini suara kecil saja" kata seseorang bertubuh kekar dan berkulit bersih itu. "Ah, justru suara kecil itu harus didengar," jawab mereka yang tubuh kurus itu kompak. Dengar suara nurani.!

Sandeq, Dipakai Mencari Ikan hingga Menyelundupkan Senjata

sandeq  Perahu Suku Mandar yang Tergerus Zaman (2-selesai)   Dulu para pelaut hanya andalkan angin. Anginlah yang mengarahkan mereka. Angin pula yang membawa para pelaut untuk pulang. Begitu pun dengan suku Mandar membuat teknologi perahu tercepat Nusantara, perahu Sandeq. ILHAM WASI Pambusuang Sinar matahari jatuh di atas kepala. Teriknya cukup terasa. Kami pun mencari tempat yang lebih teduh. Kedua nelayan mandar, Arif dan Yahya pun turut bergeser di bawah pohon. Yahya memilih duduk. Arif hanya meletakkan alat pancing. Dilihatnya sandeqnya berayun dimainkan ombak. Dia menghampiri sandeq miliknya. Seorang lelaki datang membantunya. Di tangan lelaki itu, dia menenteng sebuah balok khusus untuk perahu. Nelayan mandar menyebut pallangga (penyangga), tinggi sekira 40 centimeter. Memastikan perahu telah dialasi, dan memastikan sandeqnya tak lagi berayun, arif kembali menyapa saya. "Dialasi biar bagian bawah sandeq tidak cepat rusak. Takutnya terb...

Sandeq, Si Ramping yang Taklukkan Perairan Mana Saja

anak pesisir bermain dekat sandeq Perahu Suku Mandar yang Tergerus Zaman (1) Sandeq hanya ada di Tanah Mandar. Di tengah masyarakat yang mulai beralih ke perahu mesin, maka nasib perahu layar seperti Sandeq perlahan-lahan akan punah. Perahunya bukan digulung ombak di laut dalam, tapi tenggelam ditinggal kemudi oleh para pelautnya.  ILHAM WASI Polman Ombak tetap ramah berkejeran menyapa pantai. Para nelayan masih sandarkan perahu. Diantara perahu yang sandar itu juga ada perahu Sandeq. Perahu Sandeq dengan layar digulung itu sandar di pantai. Tepatnya Desa Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar. Jika hendak ke Pambusuang, jarak dari ibu Kota Polman, Polewali hanya sekira 40 kilometer, atau 289 kilometer dari Makassar, Sulsel dan 145 kilometer dari Ibu kota Provinsi Sulbar, Mamuju. Pagi di Pambusuang. Tak ada bedanya aktivitas para nelayan, mesti tak ingin melaut, nelayan tetap menengok perahunya. Dua anak pesisir berlarian di atas pasir basah, l...

Layang-Layang Sappugeno di Mandar

Layanglayang Sappugeno Senyum Mereka Mengikat dalam Persaudaraan . Suka cita masyarakat pesisir di Polewali Mandar menyambut 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Tua-muda-anak-anak pun menyambutnya dengan lomba layang-layang. Mereka tak sekadar bermain layangan, akan tetapi memaknainya seperti menjaga silaturahmi. ILHAM WASI Balanipa Bila Benjamin Franklin, menerbangkan layang-layang sebagai penelitian fenomena listrik. Kemudian, lelaki kelahiran Boston, Amerika Serikat itu, usai eskperimennya menerbangkan layang-layang saat badai dan petir tiba, dia pun menemukan penangkal petir. Dia pun bersuka cita karena penemuannya. Nah, di tanah Mandar sendiri, layang-layang juga diterbangkan. Anak-anak, orang dewasa maupun orang tua, menyatu dihelatan itu. Layangan itu diterbangkan tak hanya sebagai hiburan tetapi menemukan perekat silaturahmi. Mereka juga bersuka cita. Ombak surut, angin masih menghembus pelan. Sinar matahari pun cukup terik. Di Pantai Palippis Desa...