Langsung ke konten utama

Postingan

Komunitas "Sky King"

Kuasai Teknik agar Tak Terkilir Olahraga papan luncur kian digemari. Terkadang bila salah posisi meluncur, bisa terjatuh bahkan cedera. Makanya, para pemain skateboard harus kuasai tekniknya. ILHAM WASI Pantai Bahari Polewali Dua lelaki sedang memainkan papan luncurnya. Berlari dengan mendorong papan beroda empat dengan satu kaki. Satu kaki tetap pada papan luncur. Berbungkuk sebentar, meluncur pada rel pipa yang memanjang. Panjang pipanya ada 3 meter dengan tinggi relnya 30 cm. Rel itulah yang dimainkan oleh Mahmud dan Uccang secara bergiliran sebagai aktivitas meluncur. "Tiap pagi biasanya latihan-latihan di sini," ujar Mahmud, saat memainkan papan luncurnya di Car Free Day pantai Bahari Kota Polewali. Memainkan papan luncur atau skateboard ini, kata Mahmud, memang butuh latihan khusus, dan keberanian. "Papan ini didorong dengan kaki tenaga kaki yang dipacu, lalu meluncur pada rel ini, kalau salah bisa terjatuh," ungkap siswa kelas I SMA Negei 1 Pole...

Liem Keng Young, Terjemahkan 2.000 Jilid Karya Cina ke Aksara Lontara

(Jejak Peranakan Tionghoa-Makassar)  Peranakan   Tionghoa  di era 30-an  telah menunjukkan pemahanan kebudayaan Makassar telah ada. Tulisan Lontara berbahasa Makassar ditulis oleh Liem Keng Young jadi saksinya. ILHAM WASI Makassar Rapat final check pertemuan  Peranakan   Tionghoa -Makassar di Hotel Horison, Selasa 24 Maret, kemarin tergolong unik. Mereka menggunakan bahasa Makassar dalam dialog-dialog dipertemuan itu.  Dipertemuan itu pula Ketua Panitia  Peranakan   Tionghoa -Makassar, Arwan Tjahyadi memperlihatkan buku. Buku yang ditulis menggunakan aksara Lontara. Bukunya masih utuh, tetapi menua dimakan usia. Kertasnya berwarna cokelat tanah, terikat benang pada bukaannya. Pada cover buku tersebut tertera angka "4" menunjukkan jilidnya,  judulnya "Kwan Im Hu Tjio" (ditulis dalam aksara Lontara), dan ada juga tulisan aksara Cina, aku tak bisa membacanya, Arwan demikian.  "Baru seminggu ini buku saya ambil, dari cuc...

Kesan Elegan di Parsel Pilihan

Tradisi berbagi parsel jadi tradisi dan bertahan hingga saat ini. Biasanya berupa bingkisan untuk kolega, kerabat simbol jalinan persaudaraan tetap terjaga. ILHAM WASI Jalan Bulu Kunyi Parsel biasanya ditemui di hari-hari besar. Apalagi saat ini, jelang lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah. Penyedia parsel sudah bermunculan. Pemandangan itu bisa ditemui di Jalan Bulu Kunyi. Parsel yang dipamerkan untuk dijual. Bukan sekadar masalah isinya saja. Akan tetapi pengemasannya pun bernilai estetis. Kesan mewah pada parsel memiliki daya tarik tersendiri. Awalnya berupa keranjang rotan. Jika telah dihiasai dengan kertas metalik, kesan elegan memancar. Rupa-rupanya kian beragam. Ada model perahu, menara silver, menara warna emas, model Spanyol, bahkan parsel tersebut juga dinilai dari tingkatannya. “Macam-macam isinya, ada keramik, makanan dan tingkatannya pun satu sampai empat tingkat,” ujar Uci pemilik Gudang Parsel ini. Setiap tahunnya kata Uci, pelanggang baru pesan jika me...

Ambo Rukka Bersedekah

Berbagi berkah ramadan dengan membagikan sedekah. Hal itulah yang dilakukan oleh H Ambo Rukka. Setelah sukses di rantauan Jayapura. Pengusaha ini, menyempatkan untuk pulang kampung untuk bersedekah, Minggu 13 Juli. ILHAM WASI Jalan Mairo Ratusan becak antri di jalan Mairo hingga di bahu jalan Veteran Utara. Jumlahnya sekira lima ratus becak. Kepadatan itu sudah ditemui sejak pukul 15,00 wita. Mereka sedang menunggu akan dibagikannya zakat berupa uang. Bahkan, pembagian zakat tersebut, dibuatkan khusus kepanitiaan. Menurut, salah satu panitia, Thamrin mengatakan sekitar 30 panitia Amalia Zakat untuk mengatur jalannya zakat tersebut. “Ini tiap tahun diadakan, yang diutamakan tukang becak dan orang tua dan anak-anak di Jalan Mairo,” ungkapnya Palang balok bekas untuk batas. Dibuat lorong sebagai tempat antri. Dg Asa turut dalam barisan. Dengan senang hati, lelaki paruh baya mendorong becaknya. Menghampiri Ambo Rukka, yang membagikan uang selembar uang lima puluh ribu....

Ketika Keramaian Pasar Sentral Memudar

Ketika Keramaian Pasar Sentral Memudar Daya beli masyarakat saat bulan Ramadan, bakal meningkat. Biasanya, mereka bakal berbondong-bondong menyerbu pusat perbelanjaan. Bagaimana kepadatan di Pasar Sentral? ILHAM WASI Makassar Mall Pasar sentral pun akan   selalu ramai jika Ramadan. Tujuan orang-orang dari berbagai daerah untuk berbelanja.   Apalagi saat mendekat dengan lebaran. Mesti pascakebakaran Mei lalu telah usai. Kepadatan dan aktivitas pedagang dan pembeli saat ramadan ini bisa dirasakan kembali. Penulis coba melebur di tengah kepadatan tersebut, Sabtu 12 Juli. Hilir-mudik angkutan mengelilingi pasar Sentral. Para penumpang memilih untuk menyinggahi pusat perbelanjaan kota Angin Mamiri ini. Masih terbayang, pasar yang beberapa bulan lalu, rata dan menghitam. Kini kembali bangkit. Mesti tak berdesak-desakkan. Akan tetapi orang-orang tetap lalulalang diantara lapak-lapak. “Singgah ki, cari apaki,” sapa seorang pedagang perempuan berkerudung merah it...

Bertabur Warna dan Keceriaan

Bertabur Warna dan Keceriaan Bubuk warna berhamburan di udara, mereka bermandikan bubuk-bubuk warna. Selain sebagai hiburan, juga untuk ajang silaturahmi.     Ilham Wasi Tamalanrea Sinar matahari masih berlindung di balik pohon. Tanah pun masih basah, bekas gerimis yang turun dini hari tadi. Ribuan orang sudah memadati lapangan basket Unhas. Umumnya mereka mengenakan baju putih bertuliskan “Unhas Color Run”. Kostum tersebut khusus disediakan agar peserta Color Run bermandikan bubuk-bubuk warna. Hajatan tersebut, dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Hockey Unhas, Minggu 8 Juni. “Ada sekitar 5000 peserta yang registrasi,” tutur ketua Panitia Marham Mahasiswa Sastra Unhas ini. Bendera telah dinaikkan tanda peserta dilepas. Ribuan orang tadi, mulai berjalan, ada yang berlari. Juga ada yang sempat terjatuh di tengah kerumunan, tetapi cepat bangkit dan  tetap ikut dirombongan. Mereka akan mengitari Unhas. Di setiap perjalanan itulah, pos-pos dib...